MTs Syamsul Arifin
Jalan karya bhakti 1 krajan desa pukul kecamatan kraton kabupaten pasuruan
Terbentuknya lulusan dalam suasana religius,Unggul dalam prestasi,tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

MENUBAR

Sabtu, 16 Februari 2013

SEJARAH MTs SYAMSUL ARIFIN

SEJARAH BERDIRINYA MTs SYAMSUL ARIFIN

Pondok pesantren syamsul arifin didirikan pada tahun 1310 H, atau 1889 H, oleh almarhum khadrotussyeh Kyai Syamsul Arifin Bin Kyai Murliman Bin Kyai Onah. Di tengah pergolakan perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda, beliau mendirikan sebuah Surau (Mushollah) kecil di mushollah yang terpencil tepatnya ditepi Sungai Welang ,dengan beberapa bilik untuk menampung para santri yang dating dari berbagai daerah. Beliau mengajarkan ilmu agama dengan membaca Kitab Kuning (Kitab Klasik) dan ilmu kemasyarakatan lainnya.

Disamping mengajar di Pesantrennya, beliau juga selalu mengikuti bahkan mempelopori pergerakan melawan penjajah disamping juga aktif berdakwah dengan menghadiri pengajian ditengah tengah masyarakat dengan keluar masuk pelosok Desa dan kampung, semua hal tersebut dilakukan sampai beliau wafat pada tahun 1329 M atau 1910 M.
Selanjutnya perjuangan beliau dilanjutkan oleh putranya yang merupakan generasi kedua yaitu Almarhum KH.Umar Bin Syamsul Arifin yang pada saat itu baru dating dari Mekkah untuk menimba ilmu Agama selama 10 tahun. Dibawah kepemimpinan beliaulah dari letak semula ke tempat yang ada sekarang ini dan diberi nama Pondok Pesantren Syamsul Arifin untuk mengenang sang pendirinya.


Almarhum KH, Umar Bin Syamsul Arifin mewakili sikap dan karakter ayahandanya dengan melanjutkan mengajar para santri dipesantren dan menghadiri pengajian ditengah tengah masyarakat luas juga selalu terlibat aktif dalam kancah perjuangan melawan penjajah. Hal tersebut terbukti dengan keikutsertaan putra pertamanya Almarhum Gus Sirojudin yang akhirnya wafat ditengah pertempuran melawan penjajah. Almarhum KH, umar Bin Syamsul Arifin wafat pada tahun 1403 H, atau 1983 M.
Selanjutnya kepemimpinan beliau dilanjutkan oleh putranya yaitu Almarhum KH. Damanhuri Bin Umar. Dibawah kepemimpinan beliau, status dan keberadaan Pondok Pesantren Syamsul Arifin diresmikan dalam bentuk badan Hukum yaitu Akta Notaris Ny. Widjanarti, SH. Nomor 12/2002 dan mendapat pengesahan dari Mentri Kehakiman dan HAM dalam bentuk Surat Keputusan Nomor C-165. HT.01.02,TH.2004 tgl 06 April tahun 2004.
Di bawah kepemempinan beliau juga, telah didirikan lembaga pendidikan formal yaitu Madrasah Tsanawiyah. Pada tahun 2003. Pendirian lembaga pendidikan formal tersebut untuk menjawab tuntutan masyarakat, wali santri dan para alumni yang menginginkan adanya lembaga tersebut disamping lembaga pendidikan Salaf (Klasik) yang sudah ada sejak dulu yang harus tetap dipertahankan.
Setelah Madrasah Tsanawiyah didirikan, Yayasan Pondok Pesantren Syamsul Arifin berencana mendirikan beberapa lembaga pendidikan formal baik setingkat SLTA maupun Akademi dan Perguruan Tinggi    

0 comments:

Posting Komentar